BPTU-HPT Indrapuri Perkuat Koordinasi Penyaluran Bantuan Pakan Ternak Terdampak Bencana di Aceh
Banda Aceh, 27 Juli 2026– Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Indrapuri, Ditjen PKH Kementerian Pertanian, menyelenggarakan "Sosialisasi dan Koordinasi Bantuan Pakan untuk Ternak Terdampak Bencana di Provinsi Aceh" di Aula Dinas Peternakan Aceh, Senin (27/7). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat kesiapsiagaan, mempercepat penanganan dampak bencana pada subsektor peternakan, serta memastikan bantuan pakan tersalurkan secara tepat sasaran.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur Pakan Ditjen PKH Kementerian Pertanian, perwakilan Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak (BITPRO), perwakilan Direktorat Kesehatan Hewan (Keswan) Ditjen PKH, serta Kepala Dinas yang membidangi peternakan dan Ketua Tim Kerja Penyuluhan dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Aceh.Dalam pelaksanaan program bantuan pakan terdampak bencana, BPTU-HPT Indrapuri mendapat mandat melakukan pendampingan dan koordinasi terhadap 10 kabupaten/kota di Provinsi Aceh, sedangkan Balai Veteriner Medan (BVet Medan) bertanggung jawab melakukan pendampingan pada 5 kabupaten/kota lainnya.
Pembagian wilayah pendampingan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas koordinasi, pengawasan, dan percepatan penyaluran bantuan kepada peternak yang membutuhkan.Direktur Pakan Ditjen PKH dalam arahannya menegaskan bahwa penyediaan bantuan pakan merupakan salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga keberlangsungan usaha peternakan di daerah terdampak bencana.
Bantuan pakan tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan pakan ternak pada masa tanggap darurat, tetapi juga menjaga produktivitas ternak dan membantu peternak agar dapat segera pulih. Untuk itu diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan agar pelaksanaan program berjalan efektif dan tepat sasaran," ujar Direktur Pakan.
Sementara itu, Kepala BPTU-HPT Indrapuri menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi dan koordinasi ini menjadi langkah strategis untuk menyamakan persepsi seluruh pihak terkait mengenai mekanisme pelaksanaan program bantuan pakan, mulai dari proses identifikasi kebutuhan, pengusulan, verifikasi, hingga penyaluran bantuan di lapangan.
Melalui forum ini, kami ingin memastikan seluruh pemerintah daerah memiliki pemahaman yang sama mengenai tata kelola bantuan pakan sehingga proses pelaksanaannya dapat berlangsung cepat, akuntabel, dan sesuai dengan kebutuhan peternak yang terdampak bencana," ungkapnya. Selain penyampaian kebijakan dan mekanisme pelaksanaan program, kegiatan juga menjadi forum diskusi antara pemerintah pusat, unit pelaksana teknis, dan pemerintah daerah untuk mengidentifikasi berbagai tantangan di lapangan sekaligus merumuskan langkah-langkah koordinasi dalam menghadapi potensi bencana yang dapat berdampak terhadap sektor peternakan.
Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun koordinasi yang semakin solid antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung keberhasilan program bantuan pakan ternak terdampak bencana. Sinergi tersebut diharapkan mampu menjaga keberlangsungan usaha peternakan, meningkatkan ketahanan pangan berbasis peternakan, serta memperkuat kesejahteraan peternak di Provinsi Aceh.
Kementerian Pertanian melalui Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan terus berkomitmen menghadirkan program-program strategis yang adaptif terhadap berbagai tantangan, termasuk dampak bencana, sebagai bagian dari upaya mewujudkan sektor peternakan yang tangguh, produktif, dan berkelanjutan.