Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang di BPTU HPT Indrapuri. Silakan pilih layanan yang Anda butuhkan: 1️⃣ Profil Balai 2️⃣ Penjualan Sapi Aceh 3️⃣ Penjualan Hijauan Pakan 4️⃣ Magang / PKL / Penelitian 5️⃣ Bimtek dan Pelatihan 6️⃣ Aplikasi dan Layanan Online 7️⃣ Kontak dan Informasi 8️⃣ Pengaduan / Feedback
Logo

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman tinjau lokasi pembibitan kopi di Bener Meriah Dataran Tinggi di Provinsi Aceh

14/07/2026 08:21:00 Admin Satker 16

Bener Meriah, 14 Juli 2026 – Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, mengunjungi secara langsung lokasi pembibitan Kopi Gayo di Kebun Perbenihan Kopi Rimba Raya KM 60, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Selasa (14/7/2026).

Kunjungan ini adalah bagian dari inisiatif pemerintah untuk mempercepat program hilirisasi perkebunan Kopi Gayo sekaligus memperkuat sektor hulu dengan penyediaan bibit kopi unggul dan berkualitas. Langkah ini diharapkan mampu memperbesar produktivitas, nilai tambah, serta daya saing Kopi Gayo di pasar domestik maupun global.

Dalam evaluasi itu, Mentan Amran menghargai pengelolaan bibit Kopi Gayo yang dianggap telah berjalan dengan baik. Ia berpendapat bahwa keberadaan bibit unggul merupakan salah satu dasar penting dalam menciptakan perkebunan kopi yang produktif dan berkelanjutan, sehingga dapat memberikan efek positif pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan para petani.

Pemerintah terus mendorong pengembangan kebun kopi di Aceh dengan memberikan dukungan terhadap bibit unggul dan memperkuat produksi. Dengan potensi Kopi Gayo yang telah terkenal di pasar internasional, pengembangan dari hulu hingga hilir diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi komoditas serta memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara penghasil kopi global.

Mentan Amran menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, dan petani untuk menjaga mutu tanaman dan meningkatkan hasil produksi. Pemerintah bertekad untuk terus mendukung pengembangan Kopi Gayo sehingga manfaat ekonomi dan nilai tambah komoditas itu semakin dirasakan oleh masyarakat, terutama para petani.

Dengan percepatan program hilirisasi, Kopi Gayo diharapkan tidak hanya menjadi produk unggulan Aceh, tetapi juga semakin bersaing di pasar global dan berperan sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan petani.