Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang di BPTU HPT Indrapuri. Silakan pilih layanan yang Anda butuhkan: 1️⃣ Profil Balai 2️⃣ Penjualan Sapi Aceh 3️⃣ Penjualan Hijauan Pakan 4️⃣ Magang / PKL / Penelitian 5️⃣ Bimtek dan Pelatihan 6️⃣ Aplikasi dan Layanan Online 7️⃣ Kontak dan Informasi 8️⃣ Pengaduan / Feedback
Logo

Kunjungan Kepala Dinas Peternakan Kabupaten/Kota se-Aceh ke BPTU-HPT Indrapuri Dalam Rangka Rapat Koordinasi Perencanaan Peternakan Aceh Tahun 2026

19/05/2026 07:54:00 Admin Satker 16

Indrapuri, 12 Mei 2026 – Dalam rangkaian kegiatan Rapat Koordinasi Perencanaan Peternakan Aceh Tahun 2026, para Kepala Dinas, Kepala Bidang Peternakan, serta petugas data kabupaten/kota se-Aceh melaksanakan kunjungan lapangan ke BPTU-HPT Indrapuri.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat sinergi dan arah pembangunan peternakan Aceh yang modern, produktif, dan berkelanjutan.Kunjungan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Peternakan Aceh sebagai bentuk komitmen Pemerintah Aceh dalam menghadirkan contoh nyata manajemen peternakan yang maju dan terintegrasi.

Di lokasi, para peserta melihat secara langsung sistem pemeliharaan sapi yang tertata dengan baik, mulai dari manajemen kandang, kesehatan ternak, hingga pola pemeliharaan yang modern dan efisien.Peserta juga diperkenalkan pada proses pengolahan dan penyajian pakan ternak yang dilakukan secara terukur dan berkualitas guna mendukung produktivitas sapi secara optimal.

 

Tidak hanya itu, perhatian peserta juga tertuju pada pengelolaan hasil samping peternakan yang dimanfaatkan menjadi pupuk kompos organik bernilai ekonomis. Sistem ini menunjukkan bahwa sektor peternakan tidak hanya menghasilkan produk utama berupa ternak, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah melalui pengolahan limbah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

 

Melalui kunjungan ini, Kepala Dinas Peternakan Provinsi Aceh berharap BPTU-HPT Indrapuri dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi pengembangan peternakan di seluruh kabupaten/kota di Aceh.Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Banyak di antara peserta menyampaikan ketertarikan untuk mengembangkan UPTD peternakan serupa di daerah masing-masing dengan memanfaatkan potensi dan sumber daya ternak lokal yang dimiliki.

Semangat kolaborasi dan inovasi ini diharapkan menjadi langkah nyata menuju peternakan Aceh yang lebih mandiri, modern, dan berdaya saing di masa depan.